Rabu, 16 Nvember 2022
Duduk Dulu Jangan Lupa Jadi Manusia
Halaman 23-30
Refleksi
(23-26)
Kebencian dan kekecewaan terhadap apapun yang melekat dengan kita, bukanlah penderitaan seorang. Dengan penyebab-penyebab yang juga relatif, kita menderita. Hal-hal yang melekat pada kita mungkin membuat kita tidak bisa membawa kita ke beberapa keinginan kita pada beberapa keadaan.
Daripada keras kepala memikirkan keinginan-keinginan untuk meniadakan apa yang melekat pada kita, bukanlah lebih baik kita membangun dan menciptakan kesempatan baru dengan apa yang sudah melekat pada diri. Inilah cara meletakkan harapan yang tepat.
Yang ku dapatkan dari kalimat diatas yaitu jangan pernah terus menerus menaruh rasa benci karena itu sendiri juga yang akan membuatmu merasa menderita. Berani ambil resiko atau kehilangan satu kesempatan. UTAMAKAN SARAPAN BUKAN HARAPAN YAA:))
(27-30)
Tidak semua yang sayang, selalu ada dan menemani berjuang.
Saat lelah, kadang kita jadi lupa arah. Tiap malam gelisah,kadang hanya ingin pasrah, seringnya malah jadi marah,dan cari siapa yang salah. Ujungnya terus salah tingkah, dan merasa rendah. Hey!! Lihatlah, sudah sejauh apa melangkah? Bilang terimakasih pada tubuh, karena sudah bersusah payah.
Kau bukan apa yang telah terjadi padamu. Kau adalah apa yang kau lakukan pada apa yang terjadi padamu.
Yang aku dapatkan dari kalimat diatas yaitu yang sayang belum tentu selalu ada apalagi mau nemenin berjuang, jadii lebih baik orang yang menerima kamu apa adanya dibandingkan orang yang nerima kamu karena ada apanya. Kalo capek, istirahat yaa!! jangan memaksakan tubuhmu untuk selalu kuat. SEMANGATT!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar