Senin, 28 November 2022

H-8 P5

Senin, 28 November 2022

Duduk Dulu Jangan Lupa Jadi Manusia

Halaman 68-79

Refleksi

Penyesalan datang mungkin buat mengingatkan.

Bukan tentang kesalahannya, tapi tentang keikhlasan untuk salah.


Bukan pasrah 

    Pelan-pelan kita melepas yang sudah berlalu, kecil demi kecil menerima yang pernah terjadi.

Urusan besok, kita berjuang dan berserah.

"Ada beban yang perlu dikeluarkan dulu, untuk bawa beban baru."


Marah itu seperti buang sampah, kalau sembarangan ya meresahkan.

    Kita perlu belajar, dari yang hancur karena marah. Cari cara dan tempat paling baik untuk marah, karena meskipun boleh, marah harus ramah lingkungan. Beberapa kecemasan juga bisa datang karena ada hal yang dipaksakan. Merasa harus ini sekarang, harus itu sekarang. Usahain ini dan itu, pokoknya harus segera. Sampai dititik marah sama diri sendiri, marah sama banyak hal. Seolah baru bisa tenang saat sesuatu berhasil diusahakan dan dibereskan saat itu juga. Akhirnya diri kehabisan tenaga untuk marah dan usaha. Tangan kita cuman dua, satu untuk menerima keadaan satu untuk mengendalikan diri.



    Ketika sedang lelah-lelahnya, sambil tersenyum, Tuhan datangkan masalah-masalah yang buat diri tidak punya pilihan lain selain menjadi kuat. Tuhan beri tanggung jawab, agar diri semakin terbentuk. Semesta kirim banyak kejadian untuk sealu tumbuh.

    Mungkin yang dijaga itu, bukan bagaimana kita dipikiran orang lain. Tapi bagaimana pikiran kita terhadap orang lain. Tau batas, mana yang bisa kita jaga, mana yang bisa diluar kuasa kita. Karena jaga diri tidak hanya dari luar ke dalam tetapi juga dari dalam ke luar.

    Mungkin yang perlu diusahakan bukan hanya berhasil sampai, tetapi juga berhasil bangkit saat gagal. Sukses bukan lagi tujuan kaki bergerak, jatuh mengingatkan fungsi kaki dan apa yang ditopangnya untuk kembali berdiri. Terbiasa bangkit membuat berjalan tidak lagi takut terhantam.

"Pelan-pelan bangkit berdiri lagi ya!!"


    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar