Selasa, 22 November 2022
Duduk Dulu Jangan Lupa Jadi Manusia
Halaman 59-67
Refleksi
Jangan-jangan, orang hanya melukai satu kali,
Tapi kita yang mengulangnya berkali-kali didalam kepala kita sendiri.
Lebih baik ketemu salah dari pada gak tahu apa yang salah.
Kadang, seseorang lebih memilih bertahan dengan orang lain ketimbang bertahan sendirian tanpa siapapun. Saat bersama orang lain, kau hanya perlu bertahan dari beberapa sifat dan sikap yang tidak kau sukai dari orang yang sedang bersammu. Tapi saat ini kau sendirian, kau harus bertahan bersama dirimu sendiri. Bersama seluruh hal yang tidak kau sukai tentang dirimu. Kenyataan bahwa pada usia-usia muda, percikan-percikan emosi yang digandrungi dan dinikmati kerap berasal dari kehadiran manusia lain. Kestabilan diri untuk menciptakan percikan dari dalam sendiri, sering kali belum terasah dengan baik.
Tidak perlu tergesa-gesa. Duduk dulu, tarik napas.Urusan berjuang, urusan sembuh, urusan berhasil, bukan olah raga yang akan dapat nilai. Kita semua ada di lintasan yang berbeda, bukan perlombaan. Kita sama-sama menanggung luka dan cinta yang berbeda-beda.
Beberapa yang sayang, memang tidak selalu ada saat kita berjuang. Di antaranya hanya datang untuk kasih ruang berkembang. Dekapan tidak melulu datang dari dekat, ada juga yang bisik-bisik lewat doa jadi kekuatan, jadi kesehatan, jadi keyakinan.
Bilang terima kasih pada siapa saja, karena masih ada luas tempat di hati untuk hal-hal yang tak terlihat
Yang aku dapatkan dari beberapa kalimat diatas adalah hidup sendiri bukanlah hal yang enak, kita pasti membutuhkan sesama kita di sekitar kita, tidak harus gebetan,crush, atau pacar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar